Architecture Fair UI 2018

Architecture as Catalyst: Exhibition

Author
Architecture Fair UI 2018

AFAIR UI 2018

Arsitektur sebagai Katalis Kehidupan Urban dalam Pameran AFAIR Universitas Indonesia 2018

DEPOK, 27 Januari 2018 - Setelah satu tahun hiatus, mahasiswa arsitektur dan arsitektur interior, berkolaborasi dengan Departemen Arsitektur Universitas Indonesia, kembali menyelenggarakan acara tahunan prestisius, AFAIR (Architecture Fair)ul 2018. Tahun ini, Gedung Ul Art Center yang baru saja diresmikan terpilih menjadi lokasi acara tersebut. Mengusung tema Architecture as Catalyst AFAIR ketujuh kalinya ini bertujuan untuk mengekspos arsitektur yang dapat berperan sebagai stimulan; sebuah penggerak suatu perubahan positif yang memberikan dampak langsung maupun tidak langsung, baik dalam segi sosial maupun ekonomi, dalam skala individu, komunitas, maupun kota.

Mengikuti jejak pre-event yang telah sukses dilaksanakan pada September lalu di Fakultas Teknik UI, main event ini akan memamerkan karya terbaik dari mahasiswa yang bervariasi dari karya studio desain sampai dengan respon isu-isu aktual dengan pendekatan berbasis urban. Melalui AFAIR 2018 Departemen Arsitektur UI ingin mengekspos kesempatan menyenangkan dari seorang arsitek untuk menggunakan keahlian mereka dan memahami konteks sekitar dalam menghasilkan solusi rancangan yang berdampak, dimana pada saat yang sama mengeksplor dan memberikan kesan tersendiri bagi ruang ruang ini, terutama ruang ruang residual dan yang terlupakan Selain display, mock-up, instalasi, dan berbagai ragam visualisasi, AFAIR juga akan menunjukkan konten dalam sebuah rangkaian pameran yang mengusung tema utama tersebut.

Tidak hanya mengadakan pameran, AFAIR 2018 juga menyelenggarakan kompetisi desain bertema "Lost and Found" yang diikuti oleh peserta dari seluruh dunia. Lima finalis terbaik kemudian akan mempre idenya pada main event. Acara ini juga akan mengadakan workshop arsitektural untuk siswa/i SMA sederajat dan beberapa talkshow dengan pembicara terkemuka, diantaranya Gunawan Tjahjono, Budi Pradono, dan Boy Bhirawa.

Tentang Architecture Fair (AFAIR)

AFAIR merupakan sebuah acara tahunan yang diselenggarakan oleh lkatan Mahasiswa Arsitektur yang berkolaborasi dengan Departemen Arsitektur Universitas Indonesia sebagai kesempatan untuk menunjukkan kompetensi mahasiswa dalam membuat rancangan yang merespon isu-isu hangat, yang kemudian akan diterjemahkan ke dalam bentuk komunikasi arsitektur kepada masyarakat, akademisi, dan kalangan profesional. Karya-karya ini akan memberikan gambaran secara keseluruhan tentang arsitektur untuk masyarakat dan akan divisualisasikan dalam bentuk rancangan pameran AFAIR tahun ini juga mengadakan kompetisi desain intenasional yang akan diikuti oleh mahasiswa dari seluruh dunia.

Acara ini didukung oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) DKI Jakarta dan Himpunan Desain Interior Indonesia (HDII) DKI Jakarta yang juga akan bekerjasama dalam beberapa talkshow yang akan dilaksanakan. AFAIR pada tahun sebelumnya telah diadakan di beberapa lokasi, seperti Grand Indonesia, Cilandak Town Square, FX Sudirman, dan Galeri Nasional Indonesia, sebelum kembali ke Universitas Indonesia. Acara ini telah mengundang orang-orang influensial, seperti Jay Subiakto, Andra Matin, Dik Doank, dan Achmad Noerzaman, diantara lainnya yang berperan sebagai pembicara, narasumber, atau juri kompetisi desain,

Tentang Universitas Indonesia

Universitas Indonesia merupakan salah satu universitas negeri terbesar dan tertua di Indonesia, berdiri pada 2 Februari 1950 lima tahun setelah kemerdekaan Indonesia. UI telah menjadi universitas unggulan di Indonesia dan menjadi salah satu universitas terbaik di Asia Tenggara. Sebagai universitas terbesar dan tertua, Ul telah berkontribusi besar dalam perkembangan edukasi dan penelitian di Indonesia. Kampus ini juga merupakan pusat aktivitas mahasiswa dan reformasi politik.

 

 

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Raynald Santika (Kepala Bidang Humas)

(+62) 877-8073-6011

humasa fair 2018@gmail.com

http://www.afairui.com



comments powered by Disqus
 

Login dahulu