ArsiTalk 1 : How to Get a Great First Job to Accelerate Your Career

Menjawab pertanyaan mahasiswa Arsitektur mengenai perkerjaan pertama

Author
Arsitag

‘Setelah kuliah, mau kerja di mana? Atau mau lanjut ke jenjang yang lebih tinggi?’

Seringkali pertanyaan itu dilontarkan kepada orang-orang yang baru saja lulus menjadi sarjana, termasuk lulusan Sarjana Arsitektur. Bahkan, pertanyaan yang lebih kompleks kerap kali diajukan, seperti ‘ingin bekerja di konsultan?’ atau ‘Ingin membuat konsultan sendiri?’, dan sebagainya.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut ingin dijawab ARSITAG dengan mengadakan acara talk-show berjudul Arsitalk yang diselenggarakan dalam 2 hari dengan sesi yang berbeda. Talkshow ini memiliki beberapa pembicara yang sudah tidak asing lagi di dunia Arsitektur Indonesia, yaitu Ivan Ersan dan Leo Einstein Franciscus yang merupakan pembicara pada hari Jumat, 26 Agustus 2016 kemarin, dan Cosmas Gozali yang akan menjadi pembicara untuk Arsitalk tanggal 9 September mendatang.

 Pembicara

Kali ini kita akan membahas acara pertama mengenai bagaimana kita dapat mengawali karir kita dengan pekerjaan yang dapat memberikan batu loncatan pada jenjang karir kita.

Sesi diawali dengan pembukaan oleh CEO ARSITAG, Edward Harjanto dan Ketua Jurusan Arsitektur Universitas Pelita Harapan, Stanley Wangsadihardja. Setelah itu dilanjutkan dengan acara inti yang dipimpin oleh moderator Evan Kriswandi.

 Ivan Ersan

Acara inti diawali dengan presentasi dari Ivan Ersan. Setelah dibuka dengan biodata diri, Ivan menjelaskan pengertian karir. Menurut Ivan, karir adalah profesi yang sudah dijalankan seseorang pada waktu yang lama atau orang yang berprofesi dan membutuhkan waktu. 

Dalam karirnya di dunia arsitektur, Ivan telah mengerjakan beberapa proyek. Dua di antaranya adalah ANH dan The Bunker. Konsep ANH, yang merupakan office untuk perusahaan Nikel, diambil dari triangulation dari molekul-molekul nikel. 'Yang penting adalah bagaimana kita bisa meyakinkan klien kalau ini bagus dan bisa dikerjakan.' ujarnya. The Bunker yang berlokasi di Gading Serpong, memiliki ruang yang terasa nyaman, membuat orang betah tanpa terlalu memperhatikan bahwa bangunan ini terdiri dari unfinished material. Dua proyek ini dibahas karena dua-duanya memiliki konsep yang cukup kuat.

Setelah mempresentasikan 2 proyek tersebut, Ivan mempresentasikan pekerjaan pertamanya sebagai seorang arsitek. Hal penting yang ditekankan Ivan bukan ‘apa’ pekerjaan pertama seorang arsitek, namun bagaimana seorang arsitek melihat pekerjaan pertamanya. Tidak memandang proyek kecil atau besar. Apabila kita melihat proyek tersebut sebagai batu loncatan, maka kita akan unggul dengan cepat.  Selain itu, penring untuk memanfaatkan waktu bekerja agar bisa mengenal banyak orang, baik klien ataupun supplier, guna memperluas koneksi. Salah satu pelajaran yang akan kita dapatkan adalah tidak semua klien akan senang dengan pekerjaan kita. Perlu juga diingat bahwa ketika kita serius dan passionate dengan arsitektur, akan lebih mudah bagi kita dalam mendapatkan panggilan pekerjaan.

 Sesi

Pembicara kedua adalah Leo Einstein Franciscus, yang lebih akrab disapa Einstein. Presentasi dimulai dengan menceritakan bahwa saat kuliah, Einstein sudah melakukan magang. Setelah lulus kuliah, ia pun bekerja di Cosmas Gozali selama 6 bulan dan melanjutkan ke Willys Kusuma. Di Willys Kusuma, Einstein lebih banyak mengerjakan proyek interior.

Namun, ada saat dimana Einstein berpikir untuk tidak lagi menjadi Arsitek. Hingga suatu saat, ada seorang teman yang mengajak Einstein untuk mengerjakan proyek restoran, Wilshire, yang membawanya untuk berkiprah lagi di dunia Arsitektur. Dalam memilih pekerjaan pun, Einstein memilih pekerjaan yang cocok dengan style design Einstein, contohnya seperti, Bottega dan Lemongrass.

Einstein juga menjelaskan tentang bagaimana pekerjaan pertama kita dapat meng-akselerasi karir kita. Salah satunya adalah portfolio yang menurut Einstein, merupakan salah satu cara untuk menunjukaan apakah kita serius saat sekolah atau tidak. Ide, kreativitas, dan koneksi juga penting. Koneksi membantu kita untuk mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan. Kita juga harus ingat untuk tidak bekerja asal-asalan karena pekerjaan pertama kita itu merupakan branding kita dan sumber koneksi. Terakhir, Einstein menambahkan ada baiknya kita mengikuti acara-acara seputar arsitektur agar bisa kenal dan pahan mengenai arsitek-arsitek yang kita idolakan; seperti tempat kerja dan gaya arsitekturnya, agar kita tidak membuang-buang waktu dan langsung tahu langkah selanjutnya setelah lulus kuliah.

 Peserta

Setelah mendengarkan dua pengalaman dari Ivan dan Einstein, mahasiswa diharapkan memiliki gambaran sedikit banyak tentang dunia karir di bidang arsitektur agar tidak salah langkah dan membuang waktu.



comments powered by Disqus
 

Login dahulu