Kengo Kuma - Orange County

Seminar bersama Kengo Kuma, Design for Changing World

Author
Kengo Kuma

Dari beton beralih ke kayu, dari satu proyek menuju ke proyek lainnya, dan dari satu tempat ke tempat lain, Kengo Kuma, salah satu arsitek terkenal dari Jepang memberikan kuliah umum di auditorium Universitas Pelita Harapan, pada Senin 20 Februari 2017. Kedatanganya ini merupakan bagian dari proyek kerjasamanya dengan Lippo Group, yaitu ‘Orange County’, suatu proyek masa depan yang ditunggu-tunggu oleh para investor besar. Beliau berperan dalam desain dan konstruksi bersama dengan arsitek Anthony Liu dari Studio Tonton dan Koki Miyachi dari Mitsubishi Jisho Sekkei Inc.

Pembukaan seminar

Pembukaan seminar oleh rektor UPH, Dr. (Hon) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc.
 

Datang langsung dari Jepang ke Indonesia, Lippo mengadakan seminar untuk menyambut Kengo Kuma, Anthony Liu dan Koki Miyachi, dimana mereka membagikan visi dan pandangan mereka akan arsitektur dari pengalaman dan kaca mata mereka masing-masing. “Design for changing wolrd” adalah tema utama dari diskusi ini, dimana tema ini diharapkan dapat merangkul generasi muda, terutama arsitek masa depan agar dapat membuat dan mendesain suatu karya dengan lebih banyak pertimbangan untuk kedepannya. Diharapkan dengan ilmu yang diberikan pada kesempatan ini, dapat memancarkan kembali semangat para arsitek untuk membuat suatu karya arsitektur yang lebih kreatif dan bisa membantu segala aspek kehidupan manusia.

Bagi mereka yang masih asing dengan nama Kengo Kuma, beliau adalah seorang arsitek yang lahir dan besar di Kanagawa, Jepang. Gairahnya terhadap arsitektur tradisional menurutnya adalah akibat dari kebutuhan dan kerinduannya untuk melestarikan budaya tradisional Jepang dan juga budaya negara-negara lain dimana ia ditugaskan. Menurutnya dengan pendekatan historis seperti itu, ia dapat  membuat suatu keajaiban dalam karyanya, menciptakan suatu karya yang ikonik. Kunjungan Kengo Kuma ke Indonesia dimaksudkan untuk membahas mengenai proyeknya yaitu Orange County, sebuah proyek pembangunan yang fokus pada bangunan tinggi(high-rise) dan terletak pada daerah padat Lippo Cikarang. Tetapi karena kunjungannya ini bukan hal yang mudah dan sering terjadi, UPH memutuskan mengundang Kengo Kuma untuk berbagi pengetahuan dan pengalamannya.

Proyek Orange County merupakan alasan kehadirannya belakangan ini di Indonesia, satu dari banyak proyek yang sedang beliau kerjakan. Menurut beliau, proyek ini berjalan dengan baik tanpa kendala yang besar, apabila dibandingkan dengan proyek beliau yang sebelum-sebelumnya di Jepang, di mana beliau kerap menemukan masalah dan kesulitan dalam proses pembangunan, masalah desain, dan mungkin beberapa pertentangan seiring berjalannya waktu. Hal yang menjadikan perbedaan terlihat semakin mencolok bukanlah tentang di negara mana ia bekerja, melainkan tentang proyek apa yang sedang ia kerjakan yang membuat hal ini unik.

Kengo Kuma

Seminar 'Design for Changing World' oleh Kengo Kuma
 

“ I think now the difference between the projects is much bigger than the difference between the countries” --Kengo Kuma

Inti dari desain Kengo Kuma terletak pada sejarah bangunan, bagaimana suatu bangunan dapat terbangun dan mengetahui sejarah dari suatu tempat yang membuat hal itu unik dan luar biasa. 

 Because the design of a building should have some connection to the history of that place”  Kengo Kuma in Designboom (http://www.designboom.com/interviews/kengo-kuma-designboom-interview/

Bagi Kengo Kuma, sejarah suatu tempat adalah elemen yang penting. Beliau meyakini bahwa setiap karya arsitektur harus dapat merepresentasikan kualitas tapaknya. Untuk dapat mengerti dan memahami akan hal ini, Kengo Kuma menggunakan pendekatan sejarah sebagai aspek utama dalam mendesain, belajar masa lalu adalah kunci dari desainnya. Desain Orange County juga mengalami pendekatan yang sama, dan didasarkan pada sejarah Indonesia.

 ” I want to show the diversity of Indonesia in this project. And we have the botanical garden idea to who the diversity “ --Kengo Kuma

Keberagaman Indonesia seperti yang pernah dikemukakan oleh Kengo Kuma diambil dari keberagaman spesies flora yang ada di Indonesia, di mana hal tersebut beliau ketahui setelah mengunjungi banyak tempat di Indonesia. Dari sudut pandang ini juga dijelaskan bahwa ide dan desain tidak harus berasal dari preseden atau batasan-batasan, tetapi desain dapat secara bebas diekspresikan dalam beberapa istilah dimana arsitek mungkin dapat merasakan pengalaman tersebut. 

Sesi Tanya Jawab
Suasana saat sesi tanya jawab berlangsung
 

Pendekatan yang dilakukan oleh Kengo Kuma ini ditunjukkan melalui karya-karya beliau. Karya arsitekturalnya selalu fokus pada penggunaan material yang alami, seperti kayu dan batu, meskipun beliau juga menghindari penggunaan kayu sebagai material utama –ini mungkin dikarenakan reputasi kayu di Jepang sebagai material utama dalam membangun rumah tradisional— dan beliau akan memasukan unsur ini ke dalam setiap karyanya. Inilah yang beliau katakan di Harvard University beberapa tahun silam  “Dari beton ke kayu: Mengapa kayu menjadi hal penting?" (courtesy: Harvard University) adalah pertanda yang jelas akan kegemaranya pada material kayu dan bagaimana kayu benar-benar mampu menjadi struktur sekaligus sebagai ornamen, menunjukkan keunggulan konstruksi kayu dibandingkan dengan beton di Jepang.

Kejadian tsunami yang terjadi di Jepang pada Maret 2011 adalah salah satu penyebab perubahan pandangan Kengo Kuma terhadap bangunan dan materialnya, serta bagaimana suatu bangunan diperlakukan agar dapat berdiri tahan lama. Dari penggunaan beton sebagai pondasi, Kengo Kuma menemukan solusi penggunaan material kayu sebagai bahan utama, setidaknya untuk mencegah bencana keretakan seperti pada beton.

Bagi Kengo Kuma, untuk menjadi seorang desainer dibutuhkan pengalaman dan kemurahan hati untuk menciptakan suatu karya arsitektur yang baik. Mampu mengalami arsitektur seutuhnya di tempat yang sama juga dapat memperluas perspektif seorang arsitek, untuk merasakan keadaan sekitar, mengetahui situasi, untuk berhubungan, dan dapat menemukan sesuatu yang mungkin tidak mampu kita cari hanya melalui gambar pada layar elektronik.

Editor: Carry Kosasih



comments powered by Disqus
 

Login dahulu