Nieto Sobejano: Otak-atik Wajah Bangunan

“Our signature (design) is in the way we approach the process” - Nieto Sobejano

Author
Contemporary Art Centre (2013), Córdoba, Spanyol

Sabtu (04/08/2018) – Anabata menyelenggarakan Anabata Live Series 5 di Soehanna Hall, Energy Building, SCBD, Jakarta dengan tema “Design Process”. Acara ini menghadirkan dua biro arsitekur dari negara Spanyol. Salah satunya adalah Nieto Sobejano Arquitectos – yang didirikan oleh pasangan Fuensanta Nieto dan Enrique Sobejano. Acara dipandu oleh Wendy Djuhara dan dimoderatori oleh Achmad D. Tardiyana.

Presentasi Nieto Sobejano Arquitectos     Presentasi Nieto Sobejano Arquitectos

Presentasi Nieto Sobejano Arquitectos oleh Enrique Sobejano (atas) dan Fuensanta Nieto (bawah)

Dilahirkan di Spanyol, Fuensanta Nieto dan Enrique Sobejano merupakan sepasang arsitek yang berkarya di benua Eropa. Keduanya merupakan lulusan Universidad Politécnica de Madrid and the Graduate School of Architecture and Planning di Columbia University, New York pada tahun 1983. Pada tahun 1985, Fuensanta Nieto dan Enrique Sobejano mendirikan biro arsitek mereka sendiri yang diberi nama Nieto Sobejano Arquitectos. Saat ini mereka memiliki biro arsitek di Madrid dan di Berlin. Dari segudang karya Nieto Sobejano yang terbangun, sebagian besar merupakan hasil dari memenangkan sayembara. Beberapa karya Nieto Sobejano adalah Montblanc Haus Hamburg di Jerman, Guangzhou Science Museum di Cina, Arvo Pärt Centre di Estonia, Hotel Königshof di Jerman, Temporary Market di Spanyol, dan sekitar 40 karya lainnya.

Presentasi Nieto Sobejano dibuka oleh Enrique Sobejano dan kemudian dilanjutkan oleh Fuensanta Nieto sebagai pembicara kedua. Presentasi mereka berisi tentang bagaimana cara mereka berpikir selama mendesain, yang ditunjukkan oleh sekitar 12 karya. Tidak hanya presentasi, tim Konteks.org juga mendapatkan sebuah kehormatan untuk dapat berbincang empat mata dengan sepasang arsitek ini. Ada berbagai macam hal yang dibahas saat wawancara, seperti mengapa mereka memilih menjadi seorang arsitek, apa tanggapan mereka tentang green design, dan tentang hobi mereka menggunakan bentuk geometris yang direpetisi dan permainan wajah bangunan pada setiap proyek.

Nieto Sobejano memiliki ciri khas dalam mendesain. Dari sekian banyak karya, mereka cenderung menggunakan bentuk yang geometris – bentuk yang mempunyai kontur yang tegas, serta bermain dengan wajah bangunan. Menurut mereka, setiap hal yang terlihat kompleks sebenarnya tersusun dari gabungan hal-hal yang lebih sederhana, sama halnya dengan warna-warna yang tercipta dari gabungan tiga warna, serta DNA yang hanya terdiri dari satuan berulang yang disebut nukleotida. “If you look to the biologist looking through the microscope and in the very end it is just a few geometries repeated and repeated and repeated...” ungkap Enrique Sobejano.

Pemikiran ini diterapkan pada Contemporary Art Centre (2013) di Spanyol. Dilihat dari lanskapnya, bangunan ini seakan sangat rumit. Padahal, kesatuan komplek bangunan tersusun dari gabungan beberapa segienam tak beraturan. Penggunaan segienam-segienam tersebut menciptakan ruang di bawahnya yang dapat digunakan untuk kegiatan pameran seni, loka karya, serta pemutaran film. Keunikan bangunan ini adalah pusatnya tidak menetap pada satu titik saja, melainkan berpindah-pindah sesuai dengan kegiatan yang sedang diadakan.

Contemporary Art Centre (2013), Córdoba, Spanyol

Contemporary Art Centre (2013), Córdoba, Spanyol

Selain bentuk, permainan wajah bangunan juga dianggap penting oleh mereka. ‘Wajah’ adalah hal yang paling pertama memberikan kesan pada pikiran kita. Sama halnya ketika kita bertemu dengan orang lain, begitu pula dengan ‘wajah’ sebuah bangunan. Menurut mereka, pengunjung sudah dapat mengetahui tentang citra sebuah bangunan dan pesan yang ingin disampaikannya hanya dengan melihat wajah bangunan tersebut. “When you design a building and place it in a city or a landscape, it’s telling a lot of things already simply by it’s face or façade” ungkap Enrique Sobejano.

Pemikiran tentang ‘wajah’ ini diterapkan pada Montblanc Haus (2020) di Jerman. Produsen pulpen ternama di dunia ini ingin membuat sebuah gedung perkantoran yang dapat menggambarkan ciri khas Montblanc. Nieto Sobejano menganalogikan bangunan sebagai sebuah kotak pulpen Montblanc yang terlihat simpel namun elegan, tetapi di dalamnya terdapat sebuah pulpen yang tersusun dari komponen yang sangat kompleks. Dilengkapi dengan fitur LED, wajah bangunan menggambarkan alunan pulpen Montblanc saat digunakan. Alhasil wajah bangunan menciptakan citra dan cerita tersendiri bagi orang-orang yang melihatnya.

Montblanc Haus (2020), Hamburg, Jerman

Montblanc Haus (2020), Hamburg, Jerman (Sumber: Nieto Sobejano)

Dari presentasi hingga wawancara, hal yang bisa dipelajari dari Nieto Sobejano dalam proses mereka mendesain adalah bahwa arsitektur bukan mengenai sebuah bentuk yang kompleks, melainkan sebuah jawaban terhadap masalah yang sedang terjadi di sebuah lingkungan. Salah satu contoh konkretnya adalah Castillo de La Luz (2013) di Spanyol – sebuah benteng yang pada masanya berfungsi untuk mengawasi pesisir pantai Kota Las Palmas. Pada abad ke-20, Kota Las Palmas telah berkembang pesat ditandai dengan banyaknya bangunan-bangunan baru yang lebih modern dan pesisir pantai telah dikelilingi oleh pelabuhan. Nieto Sobejano memberdayakan kembali benteng ini sebagai museum yang menceritakan sejarah benteng itu sendiri. Nieto Sobejano menggali tanah di tengah benteng untuk menghasilkan ruang yang lebih luas. Puing-puing dan dinding-dinding batu sisa perang pada abad ke-16 digabungkan dengan dinding beton berwarna putih menciptakan citra yang unik. Nieto Sobejano tetap menggunakan bentuk awal benteng apa adanya, yakni sebuah kubus dan dua buah menara berbentuk silinder.

Castillo de La Luz (2013), Las Palmas, Spanyol     Castillo de La Luz (2013), Las Palmas, Spanyol

Castillo de La Luz (2013), Las Palmas, Spanyol (Sumber: Nieto Sobejano)

Nieto Sobejano melihat arsitektur sebagai sebuah jawaban bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Selain ruang, estetika juga dapat merupakan sebuah bentuk dari jawaban tersebut. Baik bentuk, maupun wajah bangunan, keduanya merupakan unsur yang penting dari sebuah bangunan.



comments powered by Disqus
 

Login dahulu