Author
Instalasi Acara Gaung Bandung 2018 (Foto oleh: Carla Aurellia)

Acara Gaung Bandung 2018

Acara Gaung Bandung 2018 (Foto oleh: Andreas Hasiholan)

Gaung Bandung, kegiatan tahunan Ikatan Mahasiswa Arsitektur (IMA) Gunadharma Institut Teknologi Bandung yang mengajak setiap masyarakat agar lebih berani bersuara dan bergerak membentuk Kota Bandung yang nyaman.

Tahun 2018, diangkatnya tema “Menghempas Batas Ruang Kita”, dimana diharapkan pengembangan kota secara inklusif mendorong setiap orang untuk lebih berani dalam mengaktualkan dirinya. Gaung Bandung 2018 mempersembahkan Sayembara Tanpa Batas, Bandung Inclusive Trip, Pameran Tanpa Batas, dan Festival Tanpa Batas.

Pameran Tanpa Batas

Pameran Tanpa Batas (Foto oleh: Andreas Hasiholan)

Salah satu hal menarik dari acara ini adalah Pameran Tanpa Batas. Tidak hanya panel presentasi dari para pemenang Sayembara Tanpa Batas yang ditampilkan, terdapat pula sebuah instalasi menarik pemikat kaum instagram-able.

Fardhani, konseptor instalasi

Fardhani, konseptor instalasi (Foto oleh: Carla Aurellia)

Instalasi yang diberi nama Wahana ini persis memberikan sebuah penggambaran seperti wahana permainan, dimana ada banyak sekali sisi yang abstrak, menarik, dan berbeda di dalamnya. Selain itu, perbedaan makna di setiap sudut instalasi juga membuatnya semakin diminati pengunjung.

"You’re Born an Original Don’t Die a Copy”, begitulah kalimat bijak yang dilontarkan oleh seorang penulis terkenal berkebangsaan Amerika Serikat, John Manson. Kalimat ini-lah yang kurang lebih dapat menggambarkan pesan yang ingin disampaikan oleh Fardhani, konseptor instalasi ini.

Fardhani berharap instalasinya dapat mengingatkan setiap pengunjung untuk tidak perlu bersusah payah menjadi seperti orang lain karena setiap orang sudah pasti dilahirkan untuk menjadi dirinya sendiri bukan untuk menjadi ‘jiplakan’ orang lain.

Tampak Awal Instalasi

Tampak Awal Instalasi (Foto oleh: Andreas Hasiholan)

Konsep Wahana ini diawali dengan beberapa lembaran plastik yang terinspirasi dari salah satu ruang publik bagi penyandang disabilitas di Jepang. Ruang publik tersebut memiliki keterkaitan dengan konsep utama instalasi Fardhani yang menginginkan setiap orang untuk tetap mencintai dan menjadi dirinya sendiri meski ada kekurangan.

Lirik Lagu Be Yourself – Audioslave

Lirik Lagu Be Yourself – Audioslave (Foto oleh: Andreas Hasiholan)

Hal menarik lainnya berada di pertengahan instalasi dimana pada dindingnya terdapat beberapa lirik lagu. Dengan selembar kertas cellophane, Fardhani memperjelas sebuah lirik lagu yang ingin ia sampaikan yaitu Be Yourself milik Audioslave, salah satu grup rock terkenal dari Los Angeles. Sesuai dengan judulnya, ia ingin menyampaikan kepada pengunjung untuk menjadi diri sendiri (Be Yourself).

Transisi

Transisi (Foto oleh: Carla Aurellia)

Untuk memperindah sebuah instalasi dibutuhkannya transisi. Oleh karena itu, Wahana memiliki sebuah cara unik dalam peralihan instalasinya yaitu dengan menggunakan sehelai kain buram. Konsep pada kain ini adalah supaya publik dapat ikut merasakan kondisi para penyandang tunanetra.

Dengan pandangan yang minim, tunanetra akan kesulitan berjalan sehingga dengan kemungkinan yang besar, benturan pada benda sekitarnya akan terjadi. Sehelai kain buram yang digantung pada instalasi ini dapat mengisyaratkan konsep tersebut dimana ia menjadi penghalang jalan dan pandangan bagi para pengunjung sehingga dengan peluang yang ada, mereka juga akan membentur kain ini.

Bagian Penutup pada Instalasi

Bagian Penutup pada Instalasi (Foto oleh: Carla Aurellia)

Untuk kembali mempertegas konsep, pada bagian akhir instalasi digunakannya kembali selembar kertas cellophane. Kertas ini dapat memantulkan bayangan namun tidak sejernih pantulan cermin dan bila dilihat dari sudut pandang yang berbeda akan menghasilkan bentuk bayangan yang berbeda pula. Konsep kertas ini telah menyadarkan kita bahwa tidak peduli seberapa sempurnanya kita, kita semua tetaplah sama.

 

 

 

 



comments powered by Disqus
 

Login dahulu