Arsitektur Paviliun Indonesia di Milan Expo 2015

Inisiatif, konsep, dan desain di balik hiruk pikuk partisipasi Indonesia.

Author

Terlepas dari segala hiruk pikuk dan keramaian tentang partisipasi Indonesia di Milan Expo 2015, Paviliun Indonesia telah berdiri dan hadir ditengah 100-an paviliun lainnya. Paviliun ini menjadi menarik karena adalah murni inisiatif swasta. Alm. Didi Petet lewat Koperasi Pelestari Budaya Nusantara (KPBN) memperjuangkan kehadiran Indonesia di tengah perayaan Expo lima tahunan ini, yang kali ini mengangkat tema Feeding the Planet, Energy for Life. Perjuangan yang tidak mudah ini juga dirasakan oleh tim arsitek yang bertugas untuk merencanakan, merancang, serta mengawasi pembangunan Paviliun Indonesia di Milan. Terbatasnya dana dan waktu menjadi tantangan utama bagi tim untuk menyelesaikan proyek ini dengan tepat dan sebaik mungkin.

Dalam sebuah wawancara, Miranti Gumayana mengatakan bahwa dengan tapak yang kecil tetapi harus mengakomodasi sekian banyak fungsi, tim arsitek harus menyimpulkan banyak ide yang mereka miliki menjadi sebuah paviliun yang bisa kita lihat sekarang. Arsitekturnya berupaya mengangkat nilai dan keterampilan lokal masyarakat Indonesia, ditampilkan dengan interpretasi moderen. Konstruksinya terinspirasi dari Bubu dan Lumbung, mewakili interaksi harmonis antara nelayan dan petani di Indonesia yang merupakan negara maritim sekaligus agrikultur.

Bubu merupakan alat tradisional yang dipakai nelayan untuk menangkap ikan, materialnya dari anyaman bambu atau rotan. Memasuki Paviliun Indonesia, pengalaman kekayaan kehidupan maritim Indonesia dan metode tradisional penangkapan ikan inilah yang ditampilkan. Inspirasi bubu ini juga ditampilkan dengan penggunaan panel rotan sintetik yang dianyam oleh pengrajin Indonesia sebagai kulit bangunan. 

(foto: dokumentasi tim Paviliun Indonesia)

 

Keseluruhan paviliun mengambil inspirasi lumbung, tempat penyimpanan padi di Indonesia. Penggunaan green wall vertikal, green roof, dan taman yang ada di sekitar paviliun menggambarkan kekayaan agrikultur Indonesia. Paviliun ini dibuat semi terbuka sehingga bisa memaksimalkan masuknya cahaya alami dan sirkulasi udara, seperti bangunan-bangunan yang lazimnya ada di Indonesia. Dengan anyaman rotan sebagai fasad, bambu sebagai material penutup lantai, dan batu alam di sekitarnya. Video keseluruhan Paviliun Indonesia dimuat disini.

Tercatat pada tanggal 16 Mei 2015 sudah 12392 pengunjung di Paviliun Indonesia dengan rata-rata pengunjung 8000-10000 pengunjung per hari.

Tim arsitek yang terdiri dari Rubi Roesli, Miranti Gumayana, dan Dani Hermawan akan memberikan presentasinya tentang Paviliun Indonesia di Milan Expo ini. Bekerja sama dengan jurusan Arsitektur Universitas Pelita Harapan dan Koperasi Pelestari Budaya Nusantara (KPBN), presentasi akan meng-highlight inovasi, konsep, dan desain dari paviliun tersebut.

 

Berikut detil acaranya, gratis dan terbuka untuk umum. Hubungi Denna Fascia (081382307148) untuk informasi lebih lanjut.

 

Arsitektur Paviliun Indonesia di Milan Expo 2015

Pembicara :

Tim Arsitek Paviliun Indonesia

Rubi Roesli

Miranti Gumayana

Dani Hermawan

 

Hari/Tanggal      : Jumat/29 Mei 2015

Waktu                   : 09:30-12:00

Tempat                : MYC Kampus Utama UPH, Lippo Karawaci

 

 

 

 

 

 



comments powered by Disqus
 

Login dahulu