Call for Projects: Pameran Arsitektur Indonesia di Frankfurt

Pameran ini membuka kesempatan bagi karya arsitektur yang memiliki pemikiran konkret dalam menyikapi tropikalitas.

Author

Pada keikutsertaan Indonesia sebagai Tamu Kehormatan (Guest of Honour) di ajang Frankfurt Book Fair 2015, Indonesia, bekerjasama dengan Deutsches Architekturmuseum (DAM), Frankfurt, akan mengadakan pameran arsitektur Indonesia sepanjang Agustus hingga Oktober 2015. Setiadi Sopandi, Avianti Armand, dan Peter Cachola Schmal, kurator pameran tersebut, mengusung tema Tropikalitas: Tinjauan Ulang dan membuka kesempatan bagi para arsitek Indonesia untuk memasukkan karya-karya terbaik yang sejalan dengan tema.

Tema tersebut mengangkat wacana global yang sebetulnya sudah muncul sejak awal abad ke-20 dan dekat dengan Indonesia, yaitu mengenai relasi antara arsitektur dan iklim tropis. Meskipun telah menjadi pencarian terus-menerus para arsitek di Indonesia, tim kurator menilai bahwa wacana tentang tropikalitas masih menjadi "lapisan krim" dalam perdebatan arsitektur hari ini. Tetapi bukan berarti perdebatan tersebut sama sekali tidak memunculkan titik terang. 

"Masyarakat urban kita masih cukup banyak bergantung pada pengkondisian udara buatan (meskipun masalah tropis bukan cuma itu), dan sebagian besar struktur perkotaan kita, sangat disayangkan, masih buruk. Yang cukup memberi harapan adalah kita bisa melihat kegairahan para arsitek untuk bergulat mewujudkan aspirasi tropikalitas mereka, dalam skala dan spektrum yang variatif," tulis tim kurator.

Tim kurator berniat menampilkan karya-karya arsitektur terbangun di Indonesia yang memiliki pemikiran tajam dan respons yang konkret dalam menyikapi tropikalitas. Melalui pameran ini, tim kurator berharap bahwa pergulatan tentang wacana tropikalitas dan segala upaya konkret menuju kesadaran membangun yang lebih peka pada iklim dan tempat, dapat berkembang menjadi kesadaran bersama.

Berikut ketentuan pemasukan karya untuk pameran tersebut dari tim kurator yang dikutip dari situs resmi pameran:

Karya arsitek/ perencana berkebangsaan Indonesia.

Karya harus merupakan karya rancang; bukan merupakan karya restorasi bangunan vernakular atau bangunan bersejarah.

Karya rancang yang memiliki komponen restorasi dapat diajukan.

Karya harus memiliki minimal sebuah pokok gagasan atau/ dan upaya arsitek/ perancangnya dalam menyikapi ‘tropikalitas’ dalam proses perancangan maupun pembangunannya.

Karya dapat merupakan sebuah kolaborasi tim/ biro maupun karya individual.

Karya telah terbangun dan telah digunakan.

Karya berada di Indonesia.

Karya merupakan karya yang dirancang dan didirikan dalam kurun waktu sepuluh (10) tahun terakhir.

Karya dapat berupa bangunan rumah tinggal, bangunan publik, fasilitas umum, infrastruktur, atau bangunan apapun yang memiliki hubungan intensif dengan kegiatan manusia sehari-hari.

Setiap arsitek/ perancang dapat mengusulkan lebih dari satu (1) karya.

Setiap arsitek/ perancang yang berminat untuk turut serta dalam pameran ini diharapkan untuk mengusulkan karyanya dalam format yang telah ditentukan. Setiap karya yang diusulkan harus disertai dengan uraian dan disertai oleh seperangkat gambar rencana dan foto. Gambar berupa file PDF berukuran kertas A3 berisikan gambar-gambar arsitektural relevan, dan foto berupa file JPG yang berukuran masing-masing tidak lebih dari 700 KB. Jumlah tidak dibatasi.

Format uraian dituliskan dalam sebuah file DOC, yang berisikan:

Halaman 1: nama proyek, arsitek (pimpinan dan anggota tim arsitektur), pemilik/ pengelola/ penghuni (privat/ institusi – dicantumkan untuk keperluan perijinan), alamat proyek (sertakan tag lokasi), fungsi bangunan, konsultan yang terlibat (nama dan posisi/ peran), kontraktor/ sub-kontraktor (nama/ perusahaan/ peran – optional, sertakan bila relevan), tahun perencanaan & tahun pembangunan (mulai-selesai), luas lahan, luas dasar bangunan, & luas lantai bangunan, keterangan mengenai material struktur dan konstruksi yang digunakan, dan berbagai hal teknis yang penting untuk disampaikan.

Halaman 2: uraian singkat mengenai gagasan arsitektural yang menarik untuk ditampilkan pada proyek yang diusulkan, dibuat dalam uraian pendek (esai) tidak lebih dari 500 kata, dan disertai dengan beberapa kata kunci (misalnya: #atap, #hujan #kontur).

Uraian dan perangkat gambar/ foto harus dikirimkan dalam 1 buah e-mail ke alamat ini: cungss@gmail.com

Besarnya seluruh borang dan perangkat gambar/ foto tidak boleh melebihi 4 MB.

Pengiriman borang dan perangkat gambar/ foto paling lambat diterima pada tanggal 4 Januari 2015, pukul 24:00 WIB.

Kegiatan ini tidak memungut biaya apapun dari calon peserta maupun peserta terpilih. Bagi karya-karya yang terpilih, kurator akan membuat dokumentasi dan liputan tersendiri mengenai obyek yang dimaksud. Kurator juga akan bekerjasama dengan para peserta pameran dalam melengkapi media (gambar, maket, foto, video, dan sebagainya) yang ditentukan kemudian.

Kegiatan ini BUKAN sebuah sayembara atau pemberian penghargaan. Pemilihan karya peserta pameran adalah murni merupakan pertimbangan independen kuratorial tanpa ada intervensi dari pihak penyelenggara, sponsor, peserta, maupun khalayak ramai.

Kami mengharapkan partisipasi aktif dari arsitek di seluruh Indonesia. Sebuah pameran adalah koin dengan dua muka. Di satu sisi ia menjadi media komunikasi kita dengan dunia luar, di sisi lain ia adalah cermin yang membuka kesaradan  tentang kondisi kita apa adanya. Dengan pameran ini, kita berharap untuk mendapatkan refleksi dari kondisi nyata arsitektur kita hari ini dalam menghadapi masalah tropikalitas.



comments powered by Disqus
 

Login dahulu