Menabur Citra, Menjaring Arsitek

Para pemeran dan motivasinya di balik World Architecture Festival 2014.

Author
(sumber foto:konteks.org)

Hari kedua World Architecture Festival, Kamis (2 Oktober 2014) pukul 18.00, ruang festival sepi. Sebagian besar orang ternyata sudah berkumpul di panggung utama. Panitia menyiapkan kursi-kursi tambahan.Tapi tetap saja ruang konferensi Marina Bay Sands, Singapura tidak mampu menampung. Sebagian orang rela berdiri untuk waktu lama di sisi ruang. Begitu Paul Finch memperkenalkan Richard Rogers, suara tepuk tangan memenuhi ruangan.

Selama tiga hari penyelenggaraan WAF, Richard Rogers adalah sosok yang paling banyak mengundang tepuk tangan. Ia mengalahkan Ole Scheeren yang menjadi pembuka di hari pertama. Rocco Yim (keynote penutup di hari pertama), Peter Cook (presentator di hari kedua), bahkan Moshe Safdie (keynote penutup di hari ketiga) tidak mendapat tepuk tangan sebanyak Richard.

Saya tidak tahu mengapa justru Richard yang mendapatkan banyak sambutan. Pada saat itu saya bertanya, apakah para pengunjung di festival ini memang menunggu ia berbicara? Atau mereka memiliki motivasi lain? Siapa saja sebenarnya mereka? Dan lebih jauh lagi, untuk apa sebenarnya festival ini diadakan?

Setelah tepuk tangan berhenti, Richard memulai presentasinya dengan memuji Singapura sebagai kota yang nyaman. Presentasinya berjudul Citizen And The Compact City. Ia menyatakan bahwa satu-satunya cara supaya kota memiliki keberlangsungan adalah dengan perencanaan kota yang compact. Ia melanjutkan dengan kriteria tentang kota tersebut lalu menjelaskan karya-karyanya yang mengandung kriteria-kriteria tersebut. Presentasi berjalan sekitar 50 menit. Kali ini tepuk tangan tidak seriuh pembuka. Dan saya masih belum menemukan dengan pasti, apa motivasi orang-orang datang ke festival ini.

Tiga Pemeran Utama WAF

World Architecture Festival memiliki tiga pilar utama: konferensi, penghargaan, dan interaksi. Dari tiga pilar itulah program acara ini dibuat. Konferensi diadakan untuk memberikan tempat bagi para tokoh arsitek atau bidang ilmu terkait untuk presentasi. Penghargaan, yang pada WAF 2014 ini memiliki 30 kategori, bertujuan untuk mengundang para arsitek memperebutkan penghargaan tertinggi, yaitu world building of the year dan future project of the year. Sedangkan interaksi bertujuan untuk mempertemukan setiap peran dalam dunia arsitektur mulai dari arsitek, mahasiswa, klien, pemerhati, media sampai suplier.

Data pengujung pada WAF keenam (2013) menunjukkan bahwa 95% pengunjung adalah arsitek. Dengan lebih dari 2000 orang dari 65 negara, 80% dari total pengunjung adalah arsitek setingkat principles atau CEO di level penentu kebijakan. Dengan persentase seperti itu jelas bahwa festival ini memiliki tujuan untuk menjaring para arsitek dari seluruh penjuru dunia. Pertanyaannya saat ini adalah, bagaimana cara menjaring para arsitek tersebut dan mengapa mereka harus dikumpulkan?

Ada tiga peran utama yang berperan dalam festival ini: penyelenggara festival, para arsitek, dan sponsor.

Penyelenggara festival memiliki tugas yang jelas, yaitu mengumpulkan para arsitek agar festival dapat berlangsung dan mencari sponsor agar acara mendapatkan dana operasional dan memiliki keuntungan. Yang menarik dari perannya adalah bagaimana ia mempertemukan para arsitek dan sponsor.

Direktur program pada WAF 2014 adalah Paul Finch. Ia berperan sebagai ketua program di UK Design Council dan ketua Design Council CABE ( Commission for Architecture and the Built Environment). Selain itu, dia adalah direktur editorial untuk majalah Architectural Review dan Architects‘ Journal. Dua posisi terakhir ini membantunya untuk menjaring pengisi acara dan mengatur program apa saja yang harus ditempatkan di WAF.

WAF menjaring arsitek dengan mengadakan program penghargaan-langsung selama tiga hari dalam 30 kategori yang berbeda. Mereka harus mempresentasikan karya mereka di hadapan para juri. Pemenang tiap kategori akan diumumkan pada hari itu juga. Program ini memaksa para arsitek untuk datang, paling tidak pada hari presentasi dan untuk menunggu siapa pemenang utamanya. Ada sekitar 510 proyek yang dipresentasikan pada WAF2014. Program inilah penjaring utama para arsitek.

Untuk dapat presentasi secara langsung di WAF, setiap arsitek harus mendaftarkan karyanya. Untuk memasukan karya setiap arsitek harus membayar $700. Setelah itu pihak WAF akan menyeleksi, siapa saja yang memenuhi kriteria untuk presentasi pada hari-H. WAF memberikan tujuh alasan untuk menjaring para arsitek agar mendaftarkan karyanya.

Pertama, dengan memenangi world building atau future project of the year mereka mendapatkan jalan cepat untuk mendapat pengakuan global. Kedua, dengan mendapatkan penghargaan, arsitek dapat membuat koneksi dengan para arsitek terkenal dan koneksi dengan klien skala internasional. Ketiga, para arsitek mendapatkan kesempatan untuk presentasi di hadapan para juri yang berpengaruh di dunia arsitektur seperti Richard Rogers, Rocco Yim, atau Peter Cook. Keempat, para peserta dapat memamerkan karyanya di ruang festival yang akan dihadiri oleh lebih dari 2.500 pengunjung dari sekitar 65 negara representasi. Kelima, semua karya presentator akan dipublikasikan di media arsitektur seperti The Architectural Review, Dezeen, ArchDaily. Keenam,kesempatan dikenal melalui media umum seperti BBC, CNN dan Al Jazeera (pada tahun 2013 lebih dari 6.000 artikel di 100 negara tersebar). Dan ketujuh,semua peserta akan masuk ke dalam worldbuildingsdirectory.com, sebuah website yang banyak dkunjungi, juga oleh para calon klien.

(Foto berbagai piala penghargaan untuk setiap kategori. Sumber:konteks.org)

Tujuh alasan itu bisa dikelompokkan menjadi dua motivasi utama, yaitu mendapatkan pengakuan internasional dan publikasi dengan skala dunia. Untuk meyakinkan skala itu, WAF melakukan tiga strategi, yaitu mengundang tokoh-tokoh terkemuka sebagai juri dan pembicara seminar, memberikan penghargaan berskala dunia, dan memberikan publikasi melalui media secara luas.

WAF menawarkan alasan berbeda kepada para calon sponsor. Ada empat alasan utama.Pertama, para sponsor dapat bertemu langsung dengan para arsitek terkemuka di dunia. Kedua, para sponsor dapat memamerkan produknya kepada para arsitek. Ketiga, para sponsor dapat menciptakan koneksi dengan para pemenang. Dan keempat, dengan kualitas publikasi setingkat dunia, brand para sponsor dapat diakui secara internasional.

Dari keuntungan yang ditawarkan kepada para arsitek dan sponsor itu, maka tugas penyelenggara acara menjadi jelas. Ia harus mengumpulkan para arsitek agar para sponsor mau terlibat dalam acara.Berbagai arsitek dari segala penjuru datang karena skala acaranya global dan para sponsor datang karena banyak arsitek dari segala penjuru. Dua hal ini yang menjadikan WAFsebuah festival dengan citra berskala dunia.

Media dan event organizer sebagai pemeran pendukung

Kita bisa bayangkan bila para arsitek tidak datang, maka para sponsor pasti tidak akan bertemu dengan apa yang mereka duga. Tapi bagaimana sponsor yakin bahwa para arsitek akan datang? Di sinilah citra sebuah acara digunakan dan peran media sangat berpengaruh.

Saat mengundang para arsitek untuk memasukan karya, hal yang pasti mereka dapatkan adalah publikasi di banyak media. Media bersakala internasional seperti Dezeen, Mark, Frame,The Architectural Review, Archdaily dan The Architect’s newspaper sudah pasti akan memuat berita dan karya mereka. Media ini juga sebuah janji bagi para sponsor, bahwa melalui pemberitaan itu maka brand mereka akan tersebar dan diakui secara internasional. Media menjadi pemeran pendukung yang sangat berpengaruh bagi pembentukan citra festival berskala dunia.

Pemeran pendukung kedua adalah event organizer. Mereka memang selalu tampil seperti background sebuah acara. Kita tidak pernah ingin bertanya siapa saja yang terlibat di sana atau apa yang mereka lakukan. Tapi peran mereka sangat penting agar acara dapat berlangsung sesuai rencana dengan skala pengunjung yang sangat banyak.

Event organizer yang mengatur acara ini ialah i2i, sebuah penyelenggara acara skala dunia yang markas pusatnya terletak di London.Mereka biasa menangani pameran besar seperti Spring Fair International dan Pure London, juga seminar besar seperti World Retail Congress. Event organizer akan menjamin kelancaran serta kenyamanan acara. Mereka juga menyediakan aplikasi akun pribadi di WAF, yang bisa diunduh secara gratis di smartphone atau laptop, untuk mendapatkan jadwal, membuat janji dengan akun lain, dan mendapatkan update setiap saat.

Bila pemeran utama dan pendukung bekerja dengan baik, maka penonton akan datang. Penonton adalah ia yang tidak terlibat aktif di dalam WAF tapi datang karena rasa penasaran, entah untuk mendengar seminar dari arsitek terkenal, bertemu langsung dengan arsitek idola atau sekadar ingin terlibat dalam festival arsitektur terbesar di dunia ini. Mereka adalah mahasiswa, arsitek yang tidak mempresentasikan karyanya, sampai media dari berbagai negara yang mendaftarkan diri sebagai mediapartner. Para penonton harus membayar mahal untuk terlibat dalam festival tersebut. Bila memesan tiket lebih awal, arsitek atau desainer harus membayar $1000, selain profesi itu membayar $2000, sedangkan untuk mahasiswa dikenakan biaya $350.

***

Dari penelusuran para pemeran, tujuan WAF menjadi jelas. Ia tidak bermaksud untuk melakukan sebuah perubahan besar atau menetapkan wacana bagi arsitektur dunia, sekalipun setiap penyelenggaraan WAF selalu dibungkus dengan tema yang menarik (Architects and the City -2014 dan Value and Values-2013). WAF jelas bertujuan untuk mengumpulkan para arsitek dan pihak terkait untuk bertemu dan saling memenuhi kebutuhan masing-masing.

Dengan tujuan itu, jelas bagi saya mengapa sebagian besar presentator di panggung utama membicarakan tentang karya mereka sendiri yang berhubungan dengan tema setiap tahunnya. Bila saya mengikuti lagi seminar yang diberikan Richard Rogers saat itu, saya akan bertepuk tangan karena tahu, memang arsitek kelas dunia seperti itu yang diharapkan untuk tampil. Juga untuk menambah citra kelas dunia untuk sebuah festival arsitektur.


Baca juga :

Gemerlap Festival Arsitektur Dunia

'Stress' Yang Menyelinap di WAF 2014

5 Kecanggihan Berikutnya Dalam Arsitektur

Ole Scheeren: The World Of Cities

9 Hal Yang Bisa Dilakukan Di WAF2014 Selain Mendengarkan Seminar

 



comments powered by Disqus
 

Login dahulu