Menjadi Ekologis: Jakarta, Estetika Banal

Menjadi Ekologis, sebuah perjalanan panjang makhluk kehidupan.

Author

Lewat acara diskusi bersama Erik Prasetya, publik diajak mengenal arti kehidupan lewat proyeknya yang berjudul Jakarta, Estetika Banal. Seniman fotografi yang termasuk dalam 30 Fotografer paling Berpengaruh di Asia seperti yang dilansir Invisible Photographer Asia (IPA) ini menyajikan potret kehidupan kota Jakarta yang terkesan banal (biasa-biasa saja) namun menyimpan kualitasnya yang unik dan (mungkin) estetik. Acara akan diselenggarakan pada hari Sabtu, 16 Agustus 2014 pukul 15.00 WIB di Ruang Sinema-IFI Jakarta yang bertempat di Jl.Salemba Raya no 25 Jakarta, 10440.

Optimisme yang ingin disampaikan Erik, baik secara individu maupun bersama-sama yaitu untuk menemukan petunjuk tentang Menjadi Ekologis, sebuah perjalanan panjang makhluk kehidupan. Lewat fotografinya tentang keseharian yang biasa-biasa saja, mungkin kita dapat menangkap petunjuk-petunjuk tentang kehidupan. Karena lewat peristiwa keseharian yang dilewati sambil lalu itulah, diharapkan muncul kesadaran dari manusia untuk melebur bersama-sama dengan makhluk hidup lain menjadi kesatuan ekosistem yang utuh.

Umumnya, manusia hidup didasari pemikiran bahwa dirinya adalah makhluk yang menjadi pemimpin atas makhluk hidup lainnya, dan berperan utama dalam menjaga kelangsungan ekosistem. Menjadi Ekologis hadir dengan tujuan mendobrak dogma tersebut. Lewat penyampaiannya yang sederhana, seakan diuraikan ulang bahwa kemanusiaan bukanlah tujuan, bukan lagi yang puncak dan utama, tapi barulah satu pengantar jalan (yang wajib ditempuh) untuk mampu secara bersama-sama mengerti, memahami, hingga kemudian terlibat dan mengambil peran dalam proses kerja sebuah eksosistem.

Dari asal katanya sendiri, Ekologis (yang berasal dari kata oikos=lingkungan dan logos=nalar/pikiran) dapat diartikan sebagai segala nilai dan sifat yang berkaitan dengan nalar kerja suatu habitat atau lingkungan. Maka Menjadi Ekologis adalah berbagai cara menuju sebuah kesadaran dimana laku, sikap, dan kerja satu atau sekelompok makhluk hidup yang berada di dalam sebuah habitat mampu selaras dengan nalar kerja habitatnya. Pada kenyataanya, menjadi ekologis bukan perkara mudah karena baik manusia maupun ekosistem adalah organisme kompleks yang dinamis dan  tak pernah berhenti untuk mencari dan mengenal arti kehidupan.

 

untuk informasi lebih lengkap, klik disini www.menjadiekologis.weebly.com

 

 

 



comments powered by Disqus
 

Login dahulu