Pameran Arsitektur Indonesialand

Seputar pameran Indonesialand

Author
Pameran Indonesialand

“ Untuk pertama kalinya, 30 : arsitek terkemuka, akademisi universitas terbaik, komunitas terpilih, pemerintah kotamadya terutama, dan seniman ternama merayakan ketakjuban menjadi Indonesia. “ Sepenggal kalimat Sarah M. A. Ginting yang menyambut kami, terpampang pada bagian atas papan yang menempel di area masuk ruang pameran.

Pameran Arsitektural Indonesialand ini baru dilaksanakan tahun 2016 dengan perencanaan sejak tahun 2015 bersama para arsitek terkemuka (Sarah M. A. Ginting). Acara ini juga direncanakan agar menjadi acara yang terus berlangsung di Bandung, agar para calon arsitek yang tinggal di luar kota dan jaraknya sangat jauh dapat menjangkau dan menghampiri pameran ini (Cosmas Gozali).

Pameran arsitektural Indonesialand diadakan di Selasar Sunaryo, Bandung selama sebulan penuh dari tanggal 2 September 2016 – 2 Oktober 2016. Pameran diselingi Festival Arsitektur berlatar-belakang menurunnya kemawasan institusi negara dalam mengantisipasi laju pertumbuhan kebutuhan arsitektur di masyarakat. Banyak orang yang memperlakukan arsitektur sebatas benda mati, padahal arsitektur perkotaan sudah semakin tidak beraturan dan tidak nyaman untuk dihuni, dimana hal ini mencerminkan ketidakaturan raga-berperilaku dan jiwa-berpikir masyarakat dengan apatur negara.  Pergeseran nilai-nilai sosial budaya ini dibuktikan dengan cara pikir masyarakat berkembang yang memisahkan gaya hidup dengan “hidup gaya”, realitas dengan surealis, berbeda dengan masyarakat di negara maju yang menjadi produsen dari teknologi tersebut. Kita menjadi serba tanggung dan kurang sigap dalam menyikapi realitas.

pameran indonesialand sunaryo

 Isu tersebut menginspirasi SAGI-Architects dan Selasar Sunaryo Art Space untuk mengundang mahasiswa/i yang sedang mendalami arsitektur untuk kritis berkonsep dan berani dalam menyampaikan pemikirannya yang paling “ideal”. Pameran ini juga dilengkapi dengan adanya Sayembara ‘Aku Arsitek Indonesia’. Sayembara ini  mewadahi kepekaan dan nalar dalam memprioritaskan masalah dan kemandirian kreativitas untuk menerobos batasan solusi, dimana terobosan tersebut dapat dipertanggungjawabkan dan relevan dengan tradisi-budaya Indonesia. Sayembara ‘Aku Arsitek Indonesia’ mengundang para calon arsitek untuk merayakan arsitektur sebagai seni dan seni mengarsitekturkan kehidupan di Indonesia.

IDL 2

Selain pameran instalasi dari berbagai institusi dan Sayembara ‘Aku Arsitek Indonesia’, terdapat pula diskusi (curator’s talk) bersama para arsitek yang namanya tidak asing lagi di telinga kita, seperti Cosmas Gozali, Adhi Moersid, dan banyak lainnya. Diskusi ini juga dimoderatori oleh Sarah M. A. Ginting (Prinsipal SAGI-Architects) dan Achman D. Tardiyana (Arsitektur ITB & Prinsipal Urbane).

IDL 1

Setiap karya tidak luput dari pandangan Arsitek itu sendiri dan hal itu yang kemudian membedakan atau menjadi ciri khas setiap Arsitek. Setiap orang memiliki penilaian yang berbeda-beda mengenai pameran Indonesialand berdasarkan pengetahuan yang mereka miliki dan pandangan versi pribadi mereka masing-masing. Saat mendatangi pameran ini pun, tak sengaja kami bertemu kak Oki yang sedang melihat-lihat karya dalam pameran sehingga saya ingin mewawancarainya. Kak Oki adalah seorang Arsitek lulusan Universitas Diponegoro ini, para peserta pameran memberikan ekspresi tersebut berdasarkan pengalaman mereka masing-masing dan kemudian mengajak kita untuk merasakan pengalaman mereka, walaupun ada beberapa maket yang dapat dinikmati dengan dilihat saja. Kak Oki yang berprofesi sebagai seorang Arsitek ini merasa bahwa penataan ruang pameran menggambarkan ekspresi yang dimiliki masing-masing peserta sehingga pameran ini sangat berguna baginya karena dapat menyampaikan pesan yang ingin disampaikan kepada pengunjung, dimana setiap instalasi memiliki tujuan khusus yang berbeda. Ia mengungkapkan bahwa evaluasi dari semua desain yakni harus berkembang dan belajar dari respon masyarakat. Bagi nya, penataan ruang ditata dengan agak sesak dan bagian depan ruang pameran cukup membuat pengunjung kebingungan mengenai arah memasuki ruang pameran. Tidak hanya kak Oki, saya pun bertemu dengan Kak Daus yang sedang mengunjungi dan mendokumentasikan beberapa instalasi. Menurutnya, pameran Indonesialand ini berbeda dengan pameran-pameran sebelumnya yang pernah Ia datangi, baginya, pameran ini berguna untuk membuat masyarakat mengetahui karya para konsultan. Kesan mahasiswa Institut Teknologi Nasional yang berada di Bandung ini, pameran Indonesialand yakni bagus karena secara keseluruhan bersifat dinamis, dimana setiap stand memiliki karakter yang khas. Berikut adalah beberapa instalasi yang berhasil didokumentasikan

IDL 4

 



comments powered by Disqus
 

Login dahulu