Pembukaan World Architecture Festival 2015

Rangkaian kegiatan pada hari pertama konferensi arsitektur dunia 2015

Author

World Architecture Festival (WAF) yang sudah berlangsung sebanyak delapan kali, berawal dari keinginan Paul Finch untuk membuat sebuah konferensi yang saling mempertemukan para pelaku arsitektur dunia beserta karyanya. Acara World Architecture Festival 2015 dibuka hari ini pada pukul 10:00 pagi waktu Singapura.  Acara yang telah diadakan 4 kali berturut - turut di Marina Bay Sands ini, berlangsung dari Rabu, 4 November 2015 sampai Jumat, 6 November 2015. Tema besar tahun ini adalah 50:50 Singapore terinspirasi dari ulang tahun negeri Singapura ke-50 yang baru saja berlangsung. Tema ini bermaksud membahas bagaimana arsitektur dan perkotaan telah berubah selama 50 tahun terakhir. Pembahasan mengenai bagaimana negeri ini akan berubah dalam 50 tahun kedepannya pun ikut terbahas. Liu Thai Ker, seorang senior dengan latar belakang arsitektur dan perencanaan kota yang juga pernah menduduki jabatan sebagai ketua Housing Development Board dan Urban Redevelopment Authority, menjadi pembicara keynote dipanggung utama pada hari pertama.

Terdapat tiga topik utama pada konferensi yang akan masih berlangsung selama dua hari kedepan; Merancang untuk Esok Hari, Membayangkan Masa Depan, juga Menganalisa Kota dan Perkotaan. Pemaparan materi tidak hanya disajikan dalam bentuk seminar, topik-topik tersebut juga tergambar pada karya-karya yang dipamerkan serta dipresentasikan pada WAF 2015.

Selain seminar di panggung utama, terdapat puluhan presentasi lainnya yang berlangsung di 12 ruang diskusi (crit room). Ruang-ruang diskusi tersebut terbuat dari inflatable structure berwarna putih dan sekilas, terlihat seperti igloo. 12 struktur igloo yang ringan dan juga berguna sebagai peredam suara antara ruang satu dan lainnya, penuh dengan presentasi para arsitek dari seluruh penjuru dunia, memaparkan pemikiran kritis dan karya yang patut diperhatikan dan dipelajari.

Pada panggung yang terletak tepat di sebelah main stage; festival stage, para arsitek ternama memberikan seminar yang juga berkaitan dengan topik utama WAF 2015. Salah satu seminar yang menarik adalah game changers – getting to the next level. Sasa Radulovic & Johanna Hurme (pimpinan biro arsitektur bernama 5468796 Architecture) dan John Choi (pimpinan biro arsitektur bernama Chrofi) berbagi cerita akan proses kerja dan pemikiran mereka sebagai seorang praktisi, juga berdiskusi seputar cara mereka menjadi seorang arsitek yang profesional.

Walaupun dengan rangkaian acara yang saling tumpah tindih, acara yang berlangsung dengan topik utama WAF 2015 tetap berkesinambungan. Hari terasa sangat cepat berlalu dan meninggalkan banyak kecemasan dan kegelisahan yang tidak terjawab. Hal ini menimbulkan berbagai pertanyaan dalam diri guna merefleksikan apa yang sudah kita lakukan sampai dengan saat ini dan apa yang dapat kita lakukan esok hari, sebagai seorang arsitek.

 

 



comments powered by Disqus
 

Login dahulu